Kamis, 09 Agustus 2018

I AM: #1 Is It Bad Being Random?

Aku tidak akan menyangkal bila seseorang menganggapku random. Aku juga tidak pernah terusik ketika orang lain menganggapku demikian karena begitulah aku dan selama ini aku meyakini bahwa memiliki sifat random itu tidaklah buruk. Namun sekitar dua jam yang lalu, seorang teman telah mengomentari salah satu postingan instagramku berupa sebuah saran untuk berhenti dan untuk pertama kalinya aku benar-benar berpikir apakah menjadi seorang yang random seburuk yang ia katakan.

"Tulung, ojo aneh-aneh karo konco anyarmu, sakke," yang kalau diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kurang lebih begini, "tolong jangan aneh-aneh terhadap teman barumu, kasihan," dan kemudian diakhiri dengan emotikon :(.

Pada awalnya aku bersikap biasa saja, membela diri dengan menjawab, "justru dari sanalah aku menilai seseorang benar-benar teman atau bukan karena teman yang baik akan bersedia melakukan hal-hal aneh sekalipun, bersama." Tapi kemudian kuhapus, rasaya aku begitu egois dengan menjawab demikian.

Sesaat sebelum kuhapus itulah, aku bertanya pada diriku, apakah teman-teman setidak suka itu padaku? Apakah mereka merasa terganggu olehku? Apakah selama ini aku merugikan mereka dengan kerandoman yang kumiliki? Separah itukah? Tapi aku hanya menjadi diriku sendiri, apa salahnya? Aku random, itu sifatku, bukan masalah buatku. Tapi bagaimana bila sifat ini justru mengganggu orang lain? Aku harus apa? Haruskah aku mengikuti saran teman tersebut?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar