Rabu, 25 April 2018

Finally Moved to a Brand New Blog

Aku tidak tahu dari mana harus mengawalinya.

Baiklah. Pertama, halo dan selamat datang di blog baruku! Lama sudah, kita tidak berjumpa. Aku berharap kalian baik-baik saja di manapun kalian berada.

Selama kurang lebih dua windu berturut-turut ini, aku menghilang dari blogspot. Aku tidak memposting apapun di blog lamaku, Dunia Thifal, setelah postingan terakhirku yang hanya berisi dua buah foto kegiatanku di sekolah. Ini postingan pertamaku di tahun 2018 yang kutulis setelah sekian lama hiatus sekaligus merupakan postingan perdana di blogku yang baru. Dan pada kesempatan ini, aku akan berbicara mengenai banyak hal, terutama yang berkaitan dengan keputusanku membuat blog ini.

Sudah sekitar 7 tahun lamanya aku berada di platform ini dan itu adalah waktu yang relatif lama. Aku mulai menulis blog sejak 2011, saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Mamakulah yang mengenalkan blog kepadaku. Beliau mengajariku bagaimana cara membuat blog, membuat postingan di blog, menambahkan widget, dan lain-lain hingga akhirnya aku bisa mengembangkan blogku sendiri.

Pada akhir 2016 silam, aku benar-benar bingung. Ketika aku membuka dan membaca kembali semua postingan di blog lamaku, aku merasa kacau. Aku tidak tahu pasti apa yang telah kutulis selama ini. Tulisan-tulisan itu terkesan dibuat asal-asalan, bukan, sejujurnya memang kubuat begitu. Semua tulisan itu, meskipun sebenarnya tidak semua juga, tidak terkonsep dengan baik. Saat itulah aku menyadari bahwa selama ini aku benar-benar tidak memiliki sesuatu yang layak untuk dibagikan kepada para pembaca blogku dan aku merasa kecawa pada diriku sendiri akan hal itu. Saat itu pula aku mulai bimbang, haruskah aku berhenti melakukan ini (blogging)?

Tahun telah berganti, namun aku masih memikirkan hal yang sama. Aku adalah satu dari sekian banyak orang yang tidak bisa mengistirahatkan pikiranku bahkan hanya untuk sejenak dan lebih memilih menuangkan isi pikiranku melalui tulisan dan bukan melalui pembicaraan. Jadi ketika aku berhenti menulis, isi pikiranku membeludak, tidak bisa dibendung lagi. Akhirnya, pada pertengahan tahun lalu, aku memutuskan untuk bertahan.

Pada awalnya keinginanku bukanlah memulai lagi dari awal, melainkan meneruskan apa yang telah kumulai. Namun sejak aku mulai bereksperimen lagi dengan template dan kode-kode html yang memusingkan di sebuah blog baru yang memang pada awal tujuan dibuatnya hanyalah untuk percobaan demi kesempurnaan blog utama, keinginanku mulai berubah. Aku ingin mengawalinya lagi.

Sebuah keputusan yang tidak mudah pada pertengahan tahun itu, mengingat segala konsekuensi yang mau tidak mau harus kuterima bila aku benar-benar memilih untuk memulai blogging lagi dari awal. Aku harus meninggalkan blog lamaku yang telah kubangun selama hampir ¾ dasawarsa ini beserta 117 pengikutnya─yang mungkin akan terus berkurang setelah ini─dan beralih ke blog yang benar-benar baru untuk memulainya dari nol. Namun pada akhirnya keputusan itulah yang kuambil─tentu saja, bila bukan itu tulisan ini mungkin tidak akan pernah kubuat. Aku sangat berharap, di blog ini, aku bisa berbagi sesuatu yang tidak hanya menarik, tetapi juga bermanfaat untuk pembaca sekalian.

Mengenai blog lamaku, sebelumnya aku berniat menghapusnya karena aku takut tempat itu mungkin akan disalahgunakan, dijadikan media untuk memberi komentar-komentar berupa spam yang tidak senonoh, seperti yang telah terjadi. Beruntungnya aku langsung mengetahuinya dan dengan segera menghapus komentar tersebut. Namun setelah kupikirkan dengan segala pertimbangan, salah satunya bahwa blog itu adalah tempat di mana aku belajar banyak hal yang mungkin suatu saat akan menjadi sesuatu yang bisa kukenang, aku memilih untuk membiarkannya. Hanya saja, hampir seluruh postingan di sana sudah kuhapus sejak lama dan aku menonaktifkan kolom komentar di postingan-postingan yang tersisa. Jadi bila kalian, baik dengan sengaja maupun tidak, mengunjungi blog lamaku dan berkeinginan memberi masukan, kritikan, atau sekedar menyapa, silakan lakukan itu di blog ini.

Dan kepada siapapun yang mungkin menyayangkan keputusanku─aku yakin tidak ada, karena mungkin tidak ada yang membaca tulisan ini─aku harap kalian bisa menghargai keputusan yang telah kubuat.

Sekian dan terimakasih.
Salam hangat, Thifal.